
Jakarta Utara – 17 Juni 2026, Sejumlah warga Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menyuarakan tuntutan agar diberikan kesempatan bekerja dalam proyek pembangunan Rusunawa Padat Karya yang berlokasi di malaka RT 02 RW 05 Kelurahan Rorotan. Aksi penyampaian aspirasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap peluang kerja bagi warga sekitar lokasi proyek.

Warga menilai keberadaan proyek pembangunan yang berskala besar tersebut seharusnya dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lingkungan sekitar, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal. Mereka berharap pihak pelaksana proyek, termasuk kontraktor pelaksana PT Nindya Karya, dapat membuka ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi warga Rorotan dan Malaka untuk ikut terlibat dalam pekerjaan di proyek tersebut.

Menurut perwakilan warga, hingga saat ini masih banyak masyarakat sekitar yang belum memperoleh kesempatan bekerja meskipun proyek pembangunan telah berjalan. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di tengah warga yang berharap keberadaan proyek pemerintah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan.

“Kami tidak menolak pembangunan. Justru kami mendukung penuh pembangunan Rusunawa Padat Karya ini. Namun kami berharap warga sekitar juga diberikan kesempatan untuk bekerja, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek,” ujar Maeng tokoh masyarakat saat menyampaikan aspirasinya.

Warga menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bentuk perjuangan agar masyarakat lokal memperoleh hak yang sama dalam mengakses peluang kerja. Mereka menilai tenaga kerja dari lingkungan sekitar memiliki potensi dan kemampuan yang dapat diberdayakan dalam berbagai bidang pekerjaan yang tersedia di proyek tersebut.

Selain itu, warga juga berharap adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pihak kontraktor dengan masyarakat setempat. Dengan adanya dialog yang baik, berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang diharapkan dapat diterapkan oleh perusahaan maupun kontraktor yang beroperasi di wilayah tersebut. Kehadiran proyek pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.

Dalam aksi tersebut, warga meminta agar pihak terkait, baik kontraktor pelaksana maupun instansi yang membidangi pembangunan Rusunawa Padat Karya, dapat segera menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan. Mereka berharap ada kebijakan yang memberikan prioritas kepada warga Kelurahan Rorotan, khususnya wilayah Malaka, untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang masih tersedia.

Apabila tuntutan tersebut belum mendapatkan tanggapan yang memadai, warga menyatakan akan kembali melakukan aksi penyampaian aspirasi secara damai dalam waktu dekat. Aksi lanjutan tersebut direncanakan sebagai bentuk upaya untuk memperjuangkan hak masyarakat memperoleh kesempatan kerja di lingkungan tempat mereka tinggal.
Meski demikian, warga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Mereka berharap permasalahan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan koordinasi yang baik antara masyarakat, pihak kontraktor, serta pemerintah terkait.

Warga Kelurahan Rorotan berharap pembangunan Rusunawa Padat Karya tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal yang saat ini masih membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarganya.
Redaksi Komarudin

