Jakarta — Memperingati Hari Pahlawan, Rakyat Advokasi Mandiri (RAMA) DKI Jakarta menggelar kegiatan bertajuk Heroes’ Legacy sebagai upaya menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda melalui aksi nyata yang membumi.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa semangat kepahlawanan tidak cukup dikenang, tetapi harus diwujudkan dalam keberpihakan dan kerja konkret di tengah masyarakat.
Ketua Umum RAMA DKI Jakarta, Iqnal SSW, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan bangsa hari ini menuntut lahirnya bentuk kepahlawanan baru.
Menurutnya, perjuangan tidak lagi identik dengan medan perang, melainkan keberanian membela kepentingan rakyat kecil, mengadvokasi keadilan, serta konsisten hadir di tengah persoalan sosial.

“Pahlawan hari ini adalah mereka yang berani berdiri bersama rakyat, memperjuangkan hak-hak yang terpinggirkan, dan tidak lelah mencari solusi. RAMA hadir untuk memastikan semangat itu terus hidup dan dijalankan,” tegas Iqnal.
Sementara itu, Ketua RAMA DKI Jakarta, Ratih Gunaevy, menekankan bahwa gerakan rakyat harus dibangun secara kolektif dan inklusif. Ia menyampaikan bahwa RAMA membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan advokasi dan pemberdayaan.

“RAMA bukan organisasi elitis. Ini adalah ruang perjuangan bersama. Anak muda harus menjadi bagian dari perubahan, bukan sekadar penonton dari ketimpangan yang terjadi,” ujar Ratih.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia, Koh Eka, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi ide, diskusi, dan penguatan jejaring antar komunitas. Ia menilai peringatan Hari Pahlawan harus mampu melahirkan kesadaran kritis sekaligus langkah nyata pasca kegiatan.

“Kami ingin kegiatan ini memberi dampak. Bukan hanya ramai di acara, tetapi berlanjut dalam kerja-kerja nyata di lapangan,” kata Eka.
Salah satu bentuk konkret aksi yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Creative Market & Bazaar, yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif rakyat.

Koordinator Creative Market & Bazaar, Januar Imran Utama Putra, menilai bahwa penguatan ekonomi rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan hari ini.
“Ketika UMKM diberi ruang, ketika ekonomi rakyat diperkuat, di situlah perjuangan berjalan. Kepahlawanan hari ini adalah memastikan rakyat bisa berdaya dan mandiri,” ungkap Januar Imran Utama Putra.
Melalui peringatan Hari Pahlawan ini, RAMA DKI Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi rakyat yang mendorong advokasi, pemberdayaan, dan aksi nyata.

Bagi RAMA, mengenang jasa pahlawan berarti melanjutkan perjuangan—berdiri bersama rakyat dan bekerja untuk perubahan yang berkeadilan.




