Energi Masa Kini : Kolaborasi Generasi Muda, Teknologi dan Energi Bersih untuk Masa Depan Indonesia

Jakarta — Isu transisi energi kini bukan lagi sekadar diskusi teknis di ruang industri atau forum kebijakan pemerintah.

Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim global, kebutuhan energi nasional, hingga tekanan ekonomi masyarakat, energi bersih mulai dipandang sebagai agenda kolektif yang menyangkut masa depan sosial, ekonomi, teknologi dan keberlanjutan Indonesia.

Semangat tersebut tercermin dalam forum publik bertajuk #EnergiMasaKini: Cheap & Clean Energy Now! yang digelar oleh Generasi Energi Bersih Indonesia bersama Yayasan Indonesia Bebas Emisi dan The Climate Reality Project Indonesia di Grha Pertamina, Selasa (2/6/2026).

Mengusung tema “Dari Persepsi ke Aksi, Dari Suara ke Kebijakan”, forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, pelaku industri, media, akademisi, komunitas lingkungan hingga generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.

National Chairperson Generasi Energi Bersih Indonesia, Ilham Maulana, menegaskan bahwa transisi energi membutuhkan partisipasi publik yang lebih luas dan keterlibatan generasi muda secara nyata.

Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis untuk mempertemukan perspektif lintas sektor dalam mendorong percepatan energi bersih yang terjangkau dan berkeadilan.

“Transisi energi bukan hanya agenda pemerintah atau industri, tetapi agenda bersama. Melalui #EnergiMasaKini, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif sekaligus memastikan suara generasi muda ikut berkontribusi dalam membentuk masa depan energi Indonesia,” ujarnya.

Forum tersebut turut menghadirkan keynote speech dari Satya Widya Yudha yang menyoroti pentingnya penguatan ketahanan energi nasional serta percepatan dekarbonisasi untuk menjawab tantangan global dan kebutuhan energi masa depan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, namun membutuhkan keberanian kolaborasi lintas sektor agar transformasi energi berjalan efektif dan inklusif.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Norman Ginting, menilai transisi energi juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia.

“Energi bersih bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga peluang investasi, inovasi teknologi dan penciptaan lapangan kerja hijau bagi generasi muda,” katanya.

Diskusi panel yang berlangsung sepanjang acara turut menghadirkan berbagai pandangan kritis mengenai masa depan energi Indonesia.

Editor-in-Chief Investor Daily dan Jakarta Globe, Djaka Susila, menyoroti pentingnya komunikasi publik dan konsistensi kebijakan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap agenda energi terbarukan.

Di sisi lain, perwakilan Institute for Essential Services Reform, Fadil, menekankan perlunya kebijakan yang mampu mempercepat adopsi energi bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

Perspektif keadilan sosial dalam transisi energi juga menjadi perhatian utama. Community Action Manager The Climate Reality Project Indonesia, Arifah Handayani, mengingatkan bahwa proses transformasi energi harus memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

“Krisis iklim bukan ancaman masa depan, tetapi realitas hari ini. Karena itu, transisi energi harus berjalan secara adil dan inklusif,” ungkapnya.

Sementara Ketua METI Energi Muda, Alif Zulviqar Syahroni, mengajak anak muda untuk mengambil peran aktif melalui inovasi, kolaborasi dan aksi nyata dalam sektor energi bersih.

Di tengah berbagai perspektif tersebut, perhatian publik juga tertuju pada keterlibatan kalangan kreatif dan pelaku industri digital dalam mendukung gerakan energi bersih nasional.

Strategic Partnership Generasi Energi Bersih Indonesia, Januar Imran Utama Putra (Januar IUP), menilai bahwa isu energi, lingkungan dan teknologi kini telah menjadi satu ekosistem yang saling terhubung.

Sebagai volunteer sekaligus pengusaha digital, Januar IUP, melihat bahwa tantangan transisi energi bukan hanya persoalan teknologi dan regulasi, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran publik melalui pendekatan komunikasi yang relevan dengan generasi muda.

“Energi bersih hari ini harus menjadi gerakan kolektif yang dekat dengan masyarakat. Dibutuhkan pendekatan komunikasi yang kreatif, adaptif dan mampu menjangkau ruang digital tempat generasi muda hidup dan bertumbuh,” ujar Januar IUP.

Januar IUP, menilai media digital, komunitas kreatif dan ekosistem teknologi memiliki peran besar dalam mempercepat perubahan perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan dan energi.

Menurutnya, generasi muda saat ini tidak cukup hanya menjadi audiens kebijakan, tetapi harus mampu menjadi penghubung antara inovasi teknologi, gerakan sosial dan solusi nyata di masyarakat. “Perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran publik yang dibangun secara konsisten. Ketika komunitas, media, teknologi, industri dan anak muda bergerak bersama, maka transisi energi tidak lagi menjadi wacana, tetapi menjadi gerakan nyata untuk masa depan Indonesia,” tambahnya.

Januar IUP

Selain menjadi ruang diskusi, forum #EnergiMasaKini juga memperkuat jejaring kolaborasi antara organisasi kepemudaan, media, komunitas lingkungan, akademisi hingga sektor swasta dalam mendukung target dekarbonisasi nasional.

Bagi banyak peserta, forum ini menunjukkan bahwa masa depan energi Indonesia tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja.

Dibutuhkan keberanian untuk membangun kolaborasi lintas disiplin, memperkuat literasi publik dan menghadirkan solusi yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Melalui #EnergiMasaKini, generasi muda Indonesia kembali menunjukkan bahwa perubahan bukan hanya tentang kritik terhadap masa depan, tetapi juga tentang keberanian untuk mengambil bagian dalam menciptakannya.

Januar IUP

Januar IUP adalah Pimpinan Redaksi suarabarurakyat.com yang mengusung jurnalisme kritis, empatik, dan berpihak pada publik. Berpengalaman dalam advokasi sosial dan media digital, ia mendorong media sebagai ruang kolaborasi, transparansi, dan suara rakyat di era digital. - *** - “Januar IUP — Suara Baru Rakyat, Suara Rakyat.”

Related Posts

Warga Kelurahan Rorotan Resah, Diduga Kabel Wifi Diputus Saat Penertiban oleh Dinas Bina Marga Jakarta Utara

Jakarta Utara – Warga Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan terputusnya layanan internet setelah sejumlah kabel wifi milik penyedia jasa internet dipotong dalam kegiatan penertiban yang dilakukan oleh Dinas…

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Warga Kelurahan Rorotan Resah, Diduga Kabel Wifi Diputus Saat Penertiban oleh Dinas Bina Marga Jakarta Utara

Touring Kebersamaan Pemuda Pancasila Tanah Abang Perkuat Soliditas dan Arah Organisasi

Touring Kebersamaan Pemuda Pancasila Tanah Abang Perkuat Soliditas dan Arah Organisasi

Energi Masa Kini : Kolaborasi Generasi Muda, Teknologi dan Energi Bersih untuk Masa Depan Indonesia

Energi Masa Kini : Kolaborasi Generasi Muda, Teknologi dan Energi Bersih untuk Masa Depan Indonesia

Ketua Cilincing Bersatu (CIBER) Apresiasi Undangan Kepala UPRS 2 Marunda

Ketua Cilincing Bersatu (CIBER) Apresiasi Undangan Kepala UPRS 2 Marunda

Kejurcab ORADO Kota Jakarta Pusat 2026 Berlangsung Sukses, Diikuti 32 Tim Senior