
Kuningan, Jawa Barat – 29 Agustus 2026, Dalam rangka menyambut dan memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H, Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani menggelar kegiatan keagamaan yang penuh khidmat di kawasan Makam Eyang Sapu Jagad atau Syekh Anda Mui, Desa Pesawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Acara Maulid Nabi yang dilaksanakan di halaman Makam Eyang Sapu Jagad tersebut dimulai pada pukul 15.30 WIB dan dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai daerah. Kegiatan berlangsung dengan suasana religius, penuh kekhusyukan, serta menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan umat kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Abah Yai Erfandi, beserta seluruh jamaah. Turut hadir pula Ustadz Pandi bersama rombongan jamaah Majelis Dzikir Manaqib dari Brebes, Ustadz Ismail selaku tokoh agama, ustadz Dali juru konci makom, serta jamaah dan masyarakat dari Desa Pesawahan dan wilayah sekitarnya.

Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Ustadz Jassa, selaku tokoh agama wilayah. Sejak acara dimulai, para jamaah tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tersebut.
Pembacaan Al-Barzanji Memuji Rasulullah SAW
Acara Maulid Nabi diawali dengan pembacaan Al-Barzanji, yang berisi pujian, shalawat, serta kisah perjalanan hidup Nabi Besar Muhammad SAW.

Lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah SAW menggema di halaman Makam Eyang Sapu Jagad. Jamaah yang hadir dengan penuh kekhusyukan mengikuti pembacaan Al-Barzanji sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Antusiasme jamaah terlihat begitu besar. Mulai dari tokoh agama, para pengurus majelis, hingga masyarakat sekitar tampak mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antarjamaah serta mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, umat Islam diajak untuk terus meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta semangat dalam menjaga persatuan dan persaudaraan.

Dilanjutkan Sholat Tasbih dan Dzikir Manaqib
Kegiatan keagamaan tidak berhenti pada sore hari. Memasuki malam hari, rangkaian acara dilanjutkan dengan pelaksanaan Sholat Tasbih setelah Ba’da Magrib.
Para jamaah kembali berkumpul untuk melaksanakan ibadah bersama dengan penuh kekhusyukan. Suasana malam di kawasan Makam Eyang Sapu Jagad semakin terasa religius dengan hadirnya jamaah yang tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga malam hari.

Setelah Ba’da Isya, kegiatan dilanjutkan dengan Tawasul dan Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani di pimpin langsung Abah Yai Erfandi.
Dzikir Manaqib dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak dzikir dan doa, serta mengambil hikmah dari perjalanan para ulama dan orang-orang saleh.

Jamaah tampak memenuhi lokasi kegiatan dan mengikuti pembacaan tawasul serta dzikir secara bersama-sama. Kekhusyukan dan semangat spiritual terlihat jelas dari para jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Dzikir Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Kehadiran jamaah dari berbagai wilayah, termasuk rombongan Majelis Dzikir Manaqib dari Brebes, tokoh agama, serta masyarakat Desa pesawahan, menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Abah Yai Erfandi bersama para tokoh agama dan seluruh jamaah berharap kegiatan Maulid Nabi dan Dzikir Manaqib ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh umat serta menjadi pengingat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Rasulullah SAW dan mendorong masyarakat untuk mengamalkan ajaran Islam yang penuh kedamaian, kasih sayang, serta persaudaraan.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, acara berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Semangat dan antusiasme jamaah yang mengikuti kegiatan dari sore hingga malam hari menjadi bukti kuatnya kecintaan umat terhadap Nabi Besar Muhammad SAW serta tingginya semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kegiatan-kegiatan keagamaan.

Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Redaksi Komarudin

