Di sela-sela perjalanan kembali dari Jakarta setelah bertemu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pada Kamis, 16 Oktober 2025 di Bandara Sentani, koordintaror Forum Pribumi Papua Pegunungan (FP3) untuk Pegunungan Bintang, Liben Uopdana, ST mengatakan bahwa perlu adanya persiapan sejak dini agar pencari kerja (pencaker) Orang Asli Papua khususnya Pegunungan Bintang bisa terserap dalam dunia birokrasi.
“Dari pengalaman formasi CPNS 2019 dan 2024, perlu ada langkah-langkah kongkrit yang dilakukan sejak dini sebagai bentuk persiapan dan juga proteksi terhadap pencari kerja orang asli Pegunungan Bintang dengan cara mendata Pencaker orang asli di semua tingkatan pendidikan”, tegasnya

Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait harus melakukan langkah-langkah variatif untuk membantu nasib pencaker apabila ada formasi CPNS di masa yang akan datang.
“Dalam pengusulan formasi CPNS, selain melihat kebutuhan daerah juga perlu melihat background jurusan pencaker orang asli. Oleh karena itu dinas terkait perlu ada data pencari kerja orang asli Pegunungan Bintang di semua tingkatan mulai dari lulusan SMA hingga perguruan tinggi.”
Sementara itu Ketua Forum Pribumi Papua Pegunungan, Yusuf Jikwa berkesimpulan bahwa pemerintah harus turut membantu Pencaker Orang Asli Papua agar bisa mengambil bagian dalam proses pembangunan dengan menjadi Aparatur Sipil Negara.

“Dengan melihat sejumlah realita yang ada, Provinsi Papua Pegunungan tidak bisa disamakan dengan provinsi lain di Indonesia. Semua pihak perlu turut berkontribusi demi membantu pencaker orang asli. Pemerintah tingkat provinsi hingga kabupaten perlu melakukan gebrakan-gebrakan strategis agar formasi CPNS yang akan datang bisa dimaksimalkan untuk orang asli Papua Pegunungan”, ungkap Yusuf

Tak lupa juga Ketua FP3, Yusuf Jikwa mengapresiasi pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang telah membantu memperjuangkan aspirasi pencaker Papua Pegunungan.
“Atas nama Forum Pribumi Papua Pegunungan, saya memberikan banyak apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, SE, MM yang sudah merespon cepat dan kawal langsung sampai di Kementerian PAN-RB”, ungkapnya.
Seperti diketahui, FP3 yang terdiri dari pengurus tingkat provinsi beserta koordinator 8 Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan membawa aspirasi pencaker ke Kementerian PAN-RB didampingi langsung oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Bapak Dr. Ones Pahabol, SE, MM pada 13 Oktober lalu.
-MU

