
SUARA BARU RAKYAT – Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming menghadapi sejumlah tantangan ekonomi signifikan.
Beberapa di antaranya adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan di kisaran 5 persen dan merombak struktur ekonomi Indonesia agar lebih produktif dan efisien.
Tantangan ini termasuk menurunkan rasio Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang masih tinggi, melalui reformasi birokrasi dan regulasi yang lebih mendukung investasi serta sektor industri.
Selain itu, pemerintah perlu memperbaiki kondisi pasar tenaga kerja yang masih rentan dan meningkatkan keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional.
Isu kemiskinan juga menjadi perhatian, dengan angka yang masih tinggi, yakni sekitar 9,03 persen pada 2024, serta jumlah penerima bantuan yang menunjukkan ketergantungan ekonomi sebagian besar masyarakat.
Mengatasi hal ini memerlukan strategi yang kuat dalam peningkatan daya beli dan pemerataan ekonomi
.Selain itu, situasi geopolitik global yang bergejolak dan ketidakpastian ekonomi dunia, seperti konflik di Timur Tengah dan perubahan iklim, juga menambah tantangan bagi pemerintahan baru. Mengelola dampak faktor-faktor eksternal ini penting untuk memastikan stabilitas ekonomi domestik ke depan
Mengutip dari Viva. co. Id, Direktur Utama Hana Bank, Jong Jin Park mengatakan, adanya pelantikan pemerintahan baru Indonesia, pemilihan presiden Amerika Serikat, penurunan suku bunga global, dan meningkatnya risiko geopolitik akan memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia ke depannya.
“Kami berharap seminar hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata dalam memproyeksikan ekonomi tahun depan serta strategi bisnis di Indonesia. Hana Bank berkomitmen untuk senantiasa memberikan dukungan optimal kepada para nasabah dan berusaha menjadi mitra strategis yang saling menguntungkan di masa depan,” kata Jong Jin Park dalam keterangannya Kamis, 24 Oktober 2024.

